Halaman

Minggu, 31 Maret 2013

MERASA CUKUP DENGAN ALLOH


Jika manusia merasa cukup dengan dunia, maka hendaknya engkau merasa cukup dengan Alloh. Jika mereka berbangga dengan dunia, maka berbanggalah engkau dengan Alloh. Jika mereka merasa tenang dengan orang-orang yang mereka cintai, maka jadikanlah ketenanganmu dengan Alloh. Jika mereka berusaha mengenal dan mendekati raja-raja dan para pembesar mereka untuk meraih kemuliaan dan derajat yang tinggi, maka usahakanlah mengenal dan mencintai Alloh niscaya engkau mendapatkan puncak kemuliaan dan derajat yang tinggi.

Suami Istri Dunia Akhirat


Telah dimaklumi, kehidupan dunia adalah fana. Dan yang kekal ada di akhirat. Maka segala hal yang ada di dunia ini bersifat sementara dan akan binasa. Demikian pula berbagai hubungan yang dibangun di dunia ini, semuanya akan terputus, kecuali memang jika ada faktor penyebab yang akan melanggengkan hubungan itu sampai di akhirat.

Iya, faktor penyebab pertama dan utama sekaligus sebagai syarat untuk melanjutkan hubungan yang telah terjalin di dunia, adalah keimanan, tauhid dan ketakwaan. Karena tanpa adanya hal ini, hubungan apapun yang terjalin di dunia, akan berubah menjadi permusuhan di akhirat kelak.


Sabtu, 30 Maret 2013

Dosa Besar dalam Islam

Dosa-dosa besar dalam Islam seperti yang tersebut dalam Al-Quran dan Hadits Nabi Muhammad. Syamsuddin Adz-Dzahabi (شمس الدين الذهبن) dalam kitab Al-Kabair (Dosa-dosa Besar) menguraikan secara rinci perbuatan dosa yang masuk dalam kategori dosa besar lengkap dengan dalil-dalil dari Quran dan hadits. Di sini, hanya 5 (lima) dosa besar yang dicantumkan yang kami anggap sangat penting. Kelima dosa besar yang dicantumkan di bawah tidak termasuk syirik. Karena syirik sama dengan kufur yang berarti keluar dari Islam. Ketika seseorang keluar dari Islam, maka tidak ada lagi bahasan dosa.

Rabu, 27 Maret 2013

MenyakitiMu


بسم الله الرحمن الرحيم
Saudaraku …
Apa hukumanmu kepada seorang yang engkau amanahkan  sebagian  hartamu agar ia mengelolanya dengan cara yang telah disepakati, lalu ia mengingkari hartamu itu?
Jika engkau berkuasa dan sanggup untuk menghukumnya, apa yang akan engkau lakukan kepadanya?
Apa hukumanmu kepada seorang yang melanggar kehormatan rumahmu, dan merusak harga diri serta hartamu?
Apa yang akan engkau lakukan kepadanya, kalau engkau mempunyai kekuatan dan kemampuan?
Apa hukumanmu kepada seorang yang mengintip-intip aib rumahmu, mengintai keluargamu dari celah pintu?

Minggu, 17 Maret 2013

Mereka yang Terlaknat dalam Islam


1. Iblis

Allah ta’ala berfirman :
قَالَ لَمْ أَكُنْ لأسْجُدَ لِبَشَرٍ خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ * قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ * وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
“Berkata Iblis: "Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk". Allah berfirman: "Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk, dan sesungguhnya laknat itu tetap menimpamu sampai hari kiamat" [QS. Al-Hijr : 33-35].

قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَيَّ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنْتَ مِنَ الْعَالِينَ * قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ * َخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ * قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ * وَإِنَّ عَلَيْكَ لَعْنَتِي إِلَى يَوْمِ الدِّينِ
“Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang-orang yang (lebih) tinggi?". Iblis berkata: "Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah". Allah berfirman: "Maka keluarlah kamu dari surga; sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, sesungguhnya laknat-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan" [QS. Shaad : 75-78].

Sabtu, 16 Maret 2013

DIA yang Selalu Sibuk


Setiap waktu Dia dalam kesibukan (QS Ar Rahman :29)

Allah memuji dirinNya dengan sifat yang menunjukkan kekuasaan dan bahwa segala sesuatu telah terjadi  melainkan dengan izinNya.

Setiap saat Dialah yang menentukan, menurunkan dan mengangkat, memberi dan mencegah, mempersempit dan memperluas, memberi kekuasaan dan mencopotnya, mencukupi dan mengurangi, mematikan dan menghidupkan, menunjukan dan menyesatkan, membiarkan dan menguji coba.

Setiap saat Dia yang menentukan. Memberi orang fakir, memberi petunjuk orang yang bingung, menyembuhkan kan orang yang sakit, mengembalikan orang yang pergi, memberi petunjuk orang yan g sesat, mengeyangkan orang yang lapar dan memberi minum orang yang haus.

Setiap saat Dia yang menentukan. Menghancurkan orang yang melebihi batas, membuat hina orang yang durhaka, mengalahkan orang yang kafir, merendahkan musuh, menolong oprang yang dikasihiNya, menjaga orang yang salih, menolong orang yang butuh pertolongan, mengabulkan oang yang berdoa, menjaga orang yang dizalimi, memberi orang yang meminta, menyayangi mayat, megentaskan orang yang kkema musibah, menghancurkan kebatilan, dan mendukung kebenaran.

Setiap saat Dia yang menentukan. Mengganti malam dengan siang, mengirim kilat yang hampir menyambar pandangan orang, menjalankan kapal-kapal di lautan, menjaga par musafir dari kekhawatiran.

Setiap saat Dia yang menentukan. Dia menghilangkan kesusahan, menhyelesaikan urusan, mengampuni dosa dan kesalahan, melepaskan dan mengikat, mendahulukandan mengakhirkan, memberi pahala orang yang taat, menyayangi orang yang luput, menutupi orang yang berdosa.

Setiap saat Dia yang menentukan. Dia yang menumbuhkan biji-bijian,  mengetahui apa yang ada pada kandungan, menulis ajal, menghitung amal, menurunkan rezeki, melepaskan belenggu, memberi makan orang yang ada di daratan dan lautan, menjaga para musafir, mengetahui mata yang berkhianat dan apa yang tersimpan dalam hati.

Setiap saat Dia yang menentukan. Dia mengetahui rahasia-rahasia, mengetahui apa-apa yang ada dalam dada, mengabulkan doa orang yang terpaksa, menyelamatkan dari mara bahaya, menunjukkan dari kesesatan, membuat orang yang buta bisa melihat, dan memberi petunjuk orang yang kebingungan.

Sesungguhnya orang yang memandang dunia dengan  pandangan yang cermat dan berpikir tentang makhluk dan apa yang terjadi di bumi, orang itu akan takjub dengan kebesaran Tuhan yang Maha esa, keluasan ilmu dan pengawasan Allah SWT . Setiap gerakan diketahui , setiap lafal dihitung, setiap titik, kertas, daun atau buah terawasi. Dunia yang dipenuhi oleh hidup ddan mati, kaya dan miskin, baik dan buruk, damai dan perang, hidayah dan kesesatan, sehat dan sakit, semua terjadi ats izin Allay yang tidak samar bagiNya sesuatu yang samar. Maka Dia tidak bingung atas berbagai  perka a dan bahasa, dan ada satupun gerakan yang terlepada dari Nya. IlmuNya meliputi segala sesuatu. Semua itu tidak mengurangi anugrah serta kebaikanNYa yang tersebar kemana-mana.

Dunia begitu penuh dan sibuk dengan pembangunan, produksi, perkawinan, reproduksi, persetujuan, perbedaan, damai, perang, jual beli, transportasi , sadar dan terlelap, hidup dan mati. Tetapi Allah lebih sibuk dari semua itu. Yang mengherankan adalah semua itu diketahui oleh Dzat Yang Maha Esa dan tempat bergantungnya segala sesuatu dan berjalan ats takdir dan pengaturannYa.  Bersyukur Tuhan kita adalah yang tidak pernah tidur dan mengantuk, sehingga kita yakin akan selalu penjagaan dan pemeliharaanNya. Tuhan yan g tidak pernah  kalah dan tunduk kepada makhluk bahkan  disalib! Allahu Akbar…

(Dr. Aidh Al qarni)

Selayaknya Baju


Seseorang tidak akan tahu bajunya kotor ataukah tidak; kecuali dengan dua syarat:

1. Ia TAHU dan dapat membedakan “apa itu kotor” dan “apa itu bersih”
2. Setelah ia tahu, maka ia senantiasa memperhatikan bajunya (dari terkotori kotoran atau tidak), dan kemudian senantiasa membersihkannya, serta terus menjaganya dari hal-hal yang mengotorinya.

Maka hendaknya kita perlakukan hal yang sama terhadap hati dan amal kita…
Sudahkah kita memperlakukannya kepada hati dan amal kita? adakah kita senantiasa memperhatikan dan menjaga hati dan amal kita?

Betapa sering kita dapati su’uzhan (terhadap orang yang tidak layak); bahkan kita biarkan hal tersebut menumpuk dalam hati kita, disebabkan kita tidak berusaha menghilangkannya?

Betapa sering kita dapati kedengkian dalam hati kita terhadap orang lain; bahkan kita biarkan hal tersebut menumpuk dalam hati kita, disebabkan kita tidak berusaha menghilangkannya?

Berapa banyak amalan kita yang terkotori dengan syirik ashghar (riya/sum’ah/ujub/takabbur), disebabkan kita tidak memperhatikan hati kita ketika kita hendak/sedang/telah melakukan amalan?

Betapa banyak amalan syirik/kufur akbar yang kita jatuh kedalamnya (sedangkan kita tidak menyadari), disebabkan hati kita jauh dari ilmu?!

Tidak tahukah kita akan “efek samping” dari banyaknya penyakit-penyakit hati yang senantiasa kita biarkan mengaung dalam hati? ketahuilah, segala penyakit itu akan berimbas kedalam amalan-amalan kita..

Tidak tahukah kita akan “efek samping” dari banyaknya amalan rusak yang dianggap remeh?! ketahuilah, ia hanyalah akan semakin merusakkan hati..

Jika su’uzhan (tanpa dasar) kita biarkan dalam hati.. maka hati akan mendorong kita untuk mengucapkannya.. dan ketahuilah perkataan yang hanya berdasar dengan prasangka adalah sedusta-dustanya ucapan (sebagaimana disabdakan nabi)..

Jika kedengkian dibiarkan dalam hati, maka kedengkian tersebut akan nampak dalam lisan dan amalan kita.. sehingga akan mewariskan lisan yang sering berdusta; dan juga meng-ghibah, namiimah serta berbagai perbuatan zhalim terhadap orang yang ia dengki..

Bagaimana lagi jika kesyirikan ashghar yang senantiasa dibiarkan dalam hati ?! tidak takutkah kita bahwa hal tersebut akan membawa kita kepada kesyirikan akbar, yang dapat mengeluarkan kita dari agama?!

Dan ketahuilah, orang yang terbiasa tidak memperhatikan hatinya.. maka ia tidak lagi peduli dengan amalan yang ia tampakkan.. atau mungkin akan melakukan pembenaran demi pembenaran dari kerusakan amalnya tersebut..
Sebagaimana halnya orang-orang yang tidak memperhatikan amalan-amalannya; hanyalah semakin memperparah penyakit didalam hatinya…

Mungkin kita lebih memperhatikan amalan orang lain, daripada memperhatikan amalan kita, sehingga kita lupa memperhatikan dan memperbaiki amalan kita… mungkin kita terlalu sering MENGIRA-NGIRA isi hati seseorang, sehingga kita lupa dengan apa yang ada dalam hati kita…
Hal ini bukanlah untuk menihilkan nasehat sesama muslim, apalagi nasehat terhadap orang yang dibawah tanggung jawabnya (anak/istri/murid)… tidak sama sekali…
Akan tetapi hendaknya semangatmu untuk memperbaiki dirimu, SEBAGAIMANA semangatmu untuk memperbaiki orang lain…

Engkau inginkan DIRIMU BAIK, kemudian engkau menginginkan hal yang sama terhadap orang lain sebagaimana engkau ingin dirimu baik… inilah yang diajarkan dalam islaam..
Maka jangan sampai berpemahaman “engkau inginkan orang lain menjadi baik, tapi engkau lupa terhadap dirimu sendiri”… ini adalah pelecehan terhadap dirimu sendiri…

Ketahuilah… telah berkata maimun bin mahran:
“Seorang hamba TIDAK TERMASUK golongan orang-orang bertakwa, SAMPAI IA MENGOREKSI DIRINYA (SENDIRI) MELEBIHI DARI KOREKSINYA TERHADAP REKANNYA…”
Semoga bermanfaat

Sumber:
http://abuzuhriy.com