Halaman

Sabtu, 15 Juni 2013

Berakhlak Baik Kepada Muslim yang Lain

Seorang mukmin terhadap mukmin yang lainnya seperti bangunan yang saling mengokohkan satu dengan yang lain.” (HR. Bukhari – Muslim).
Meski Rasulullah Saw berkali-kali mengingatkan umatnya tentang arti persaudaraan, namun tetap saja diantara kita saling menyakiti, saling merendahkan dan saling menjatuhkan satu sama lain. Simaklah nasihat Rasulullah Saw sekali lagi.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”(QS.al-Hujuraat:10).

Senin, 20 Mei 2013

Setia Menunggumu

Siang-siang sambil nungggu jam 13.00. Biasalah, mau pergi ada acara mantenan. Tiba-tiba pengen ngobrol di beranda rumah kita. Kyaaa..... Gak panas tuh? Tidak lah yaau... Banyak po'on di depan. Nggak ding. Cuma po'on mangga doang yang tumbuh tinggi dan rindang menaungi. Hmmm.... Meskipun akhirnya dipublish esok harinya. Wakakaaaa......

Bicara mantenan, seringkali orang akan menanyakan, "Jenk Zara, kok sendirian terus? Kapan menikah?"
Waks... ditanyain lagi deeh... okay okay...

Akhirya....
*pasang tampang serius, tarik nafas sekali namun dalam*
"Jadi begini Bu. Suatu saat saya pasti menikah. Jodoh saya itu sudah ditulis oleh ALLAH Azza wa Jalla, Tuhan saya yang Maha Rahman Rahim. Hanya saja sang pangeran ini belum mendatangi saya. Sepertinya ALLAH berkata, sek mas, tunggu dulu. Tunggu saat yang tepat untuk menikahi Zara. Lalu kepada saya, ALLAH berkata, Zara tunggu dulu yak, ntar lagi. Sabar ya."

Si Ibu pun cuma tertawa dan, "ah, Jenk Zara ni bisa aja. Kalo bisa siy nikah dulu baru lanjut sekolah." Tambahnya bernasihat. Aku pun cuma "hehe...". *cengengesan dot com*

Eeeennnn..... sebelum acara mantenan ituuuu.... my lovely mom berceramah panjang kali lebar kali tinggi. Bener-bener penuh volume deh. Mau tau???

Jumat, 10 Mei 2013

Ketika Amalan Tercampuri Keinginan Dunia


Niat ikhlas bagi amal shalih ibarat ruh bagi jasad. Jika ruh lepas dari jasad maka ia akan mati. Begitu juga niat ikhlas, apabila hilang dari amal shalih, maka amal akan sia-sia. Dan yang dimaksud ikhlas adalah beramal untuk Allah semata.

Al-Fudhailbin ‘Iyadh – rahimahullah – berkata:
إِنَّ اْلعَمَلَ إِذَا كَانَ خَالِصًا وَلَمْ يَكُنْ صَوَابًا لَمْ يُقْبَلْ، وَإِذَا كَانَ صَوَابًا وَلَمْ يَكُنْ خَالِصًا أَنْ يَكُوْنَ عَلَى السُّنَةِ
Sesungguhnya amal itu apabila ikhlash tetapi tidak shawab maka tidak akan diterima. Dan jika shawab tetapi tidak ikhlash maka juga tidak akan diterima, hingga terdapat ikhlas dan shawab. Dan ikhlash itu adalah karena Allah dan shawab itu sesuai dengan sunnah.”

Jumat, 03 Mei 2013

Wahai Sepasang Suami Istri, Di mana Cinta Itu?


Hubungan suami istri akan terus berkembang dan mengakar ketika antara keduanya berbagi cerita dan saling berbicara tentang hal-hal yang dianggap baru. Hal ini akan menjadikan hubungan mereka lebih kuat terikat oleh cinta kasih yang lebih dalam lagi. Sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam

الأرواحُ جنودٌ مجنَّدةٌ فما تعارفَ منها ائتلفَ وما تَناكرَ منها اختَلفَ

“Ruh-ruh itu adalah tentara-tentara yan kompak dan tersusun rapi. Beberapa ruh yan merasa cocok akan terjali erat dan ruh yang tidak cocok satu sama lain akan saling menjauhi” ( HR Muslim 2638/159, HR Bukhari 3336)

Maka berhati-hatilah, jangan membiasakan untuk membisu antar suami istri. Hal ini hanya aka membuat kehidupan antara keduanya terasa tegang bagai asrama tentara. Jika seperti itu, yang ada hanyalah perintah-perintah suami dan tunduk patuh si istri. Yang terlontar dari sang suami hanyalah kata-kata, “Ambillah, berikanlah, makanlah, minumlah, berdirilah, duduklah, kemarilah, pergilah, tidurlah, bengunlah, apa yang kau kenakan?” Kata-kata itu terus terulang setiap hari hingga menjadikan kehidupan suami istri terasa dingin dan tegang. Lalu di mana cinta itu? Di mana kasih sayang itu? Di mana perasaan rindu itu? Di mana obrolan tentang keindahan dua bola mata, kemerduan suara, kelembutan perasaan, dan di mana harumnya tubuh suami istri itu? Di mana pujian untuk pakaian dan tubuh yang bersih itu? Di mana kata-kata terimakasih dan doa saat memperoleh rezeki? Ke mana hari libur dan jalan-jalan bersama keluarga? Di mana hari-hari indah pada waktu bulan madu dulu? Di mana tingkah laku manja yang lucu dan menggairahkan antara suami istri itu? Gerak langkah yang bebas dan penuh canda tawa, di manakah semua itu? Di mana obrolan tentang kepuasan pada kehidupan sederhana yang dulu itu? Di mana rasa toleransi yang tinggi antara engkau dan suamimu itu? Di mana rasa berkecukupan dan ridha pada sesuatu yang pas-pasan itu? Di mana hari yang begitu indah itu, yaitu hari dimana engkau merasa rumah kecil mungilmu itu sebagai surga yang luas karena hatimu yang lapang dan bersih? Di mana silaturahmi keluargamu, saat kedua tangan saling berpegangan, saling berbaik sangka, tak ada hasad dan dengki? Di mana hari-hari yang penuh kerinduan suami terhadap istri? Karena sekarang si suami pergi begitu saja dan bahkan tidak pulang ke rumah kecuali untuk urusan pekerjaan.

Wahai sepasang suami istri, bangunlah gedung yang tinggi berisi cinta dan kasih sayang agar engkau saling berkasih rindu di dalamnya. Tapi selalu berhati-hatilah pada setan yang telah meletakkan istana kelicikan dengan mengutus tentara-tentaranya agar menghancurkan rumah tangga pasangan suami istri yang damai tadi. Setan-setan pun berguman “Aku tak akan meninggalkan pasangan suami istri ini sebelum aku berhasil memisahkan mereka berdua.” (HR Muslim 2813/67)

***

artikel muslimah.or.id
Diketik ulang dari buku Memikat Hati Suami (Judul Asli: Kaifa Tashilina ila Qalbi Zaujik?), Imad Al Hakim, Penerbit Insan Kamil

HUKUM MENIKAH DENGAN PEZINA


Secara umum Al-Qur’an menjelaskan bahwa pezina tidak menikahi kecuali dengan pezina pula atau orang musyrik, dan diharamkan bagi orang beriman menikahi atau dinikahi mereka. Hal ini digambarkan oleh Allah swt dalam firmannya:

 “Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu'min”. (QS. 24:3)


Nasihat Seorang Pezina Kepada Nabi Yahya as


Islam melarang umatnya untuk mengganggu orang mukmin. Karena menghormati seorang mukmin lebih mulia dari penghormatan kepada Kabah. Selain itu, mengganggu seorang mukmin memiliki dampak luas dan hati yang terluka tidak mudah disembuhkan dan bisa jadi luka ini tidak sembuh sampai bertahun-tahun.

Pada tahap awal, manusia harus berusaha untuk tidak menyakiti hati orang lain. Karena bila terjadi, semoga tidak, maka harus segera dilakukan upaya untuk mengobatinya. Kondisi ini juga sama terkait seorang yang melakukan perbuatan dosa.

Jangan sampai kita mengecam seseorang yang melakukan perbuatan dosa. Yang harus dilakukan adalah melarangnya dari perbuatan dosa. Perlu diperhatikan bahwa sangat berbeda antara mengecam dan melarang dari perbuatan dosa. Ketika menghadapi seorang yang berbuat dosa, kita harus memilah dengan benar menggunakan cara melarang atau mengecam.

Berikut ini adalah kisah bagaimana Nabi Isa dan Yahya as dalam menghadapi orang yang berbuat dosa dari lisan Imam Shadiq as. Kisah kedua nabi ini mengandung pelajaran bagi mereka yang ingin melakukan kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar.

Selasa, 30 April 2013

Tak Hanya Wanita yang Harus Bercermin


Dalam sebagian konflik rumah tangga, terkadang istrilah yang sering merasa bersalah. Hal ini dikarenakan fitrah wanita yang lebih mendahulukan perasaannya yang lembut. Sehingga mungkin kesalahan itu berasal dari suami namun sang istri yang capek-capek berkaca (introspeksi diri). Dengan demikian mana mungkin konflik akan selesai sedangkan sumber masalahnya tidak mau untuk menyatakan bahwa dirinya keliru.

Artikel ini sekaligus untuk membuka hati nurani setiap suami agar lebih berintrospeksi diri agar tercipta keluarga sakinah, mawaddah dan warahmah. Sudah benarkah diri Anda wahai para suami? Keluarga yang diidam-idamkan oleh setiap pasangan suami istri adalah keluarga yang bahagia dunia hingga akhirat, bersatu padu dan bahu membahu untuk melewati masa didunia yang hanya sebentar ini, mengalahkan hawa nafsu dan melakukan ketaatan-ketaatan kepada-Nya.

Di bawah ini akan dikemukakan 10  gambaran ringkas tentang kesalahan-kesalahan penting yang banyak dilakukan para suami:

Sabtu, 27 April 2013

‘Mesranya Rasulullah…’ Ayo Ikuti !


Bismillahirrahmanirrahim.
Bermesraan  adalah upaya  dari  suami  isteri  untuk  menunjukkan  kasih sayang ,  Rasulullah saw pun  merasakan  pentingnya  bermesraan  dengan Isteri , sehingga  beliaupun  menghias  hari-hari dalam  keluarga ( Isteri )penuh  dengan kemesraan . hal  tersebut  tercermin  dalam  hadits-hadits seperti  dibawah  ini :

Pengaruh Doa dan Dzikir Dalam Kehidupan Seseorang


Kita telah banyak MENGETAHUI/MENGILMUI dzikir-dzikir dan doa-doa yang datang dari Allah (al Qur-aan) dan RasulNya (as Sunnah Shahiihah)…
Akan tetapi pertayaannya… “Apakah kita memperhatikan PENGARUH dari dzikir tersebut dalam diri-diri kita?”


Menguak Sebab Laki-laki Melakukan KDRT


Oleh: Sri Yulita Pramulia Panani

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) adalah bahasan yang paling populer sampai hari ini. Isu KDRT semakin naik ke permukaan ketika media pun tidak ketinggalan memberi sorotan pada korban dan pelakunya. KDRT bisa terjadi pada siapapun tidak memandang profesi, jabatan, usia, siapapun bisa mengalami tindak kekerasan ini. Walaupun, UU tentang KDRT sudah ada yaitu UU no 23 tahun 2004, berbagai bentuk kampanye dan sosialisasi anti KDRT dilakukan, tetapi tetap saja angkanya tidak mengalami penurunan justru makin bertambah.

Selasa, 23 April 2013

Perkataan akan diingat sesuai kadar keikhlashan


Berkata salah seorang salafush shaalih:
إِنَّمَا يُحْفَظُ حَدِيثُ الرَّجُلِ عَلَى قَدْرِ نِيَّتِهِ
“Perkataan seseorang akan diingat sesuai dengan kadar niatnya (keikhlashannya)”.
(ad-Darimiy)
Berkata sebagian ulama salaf :
لا تنفع الموعظة إلا إذا خرجت من القلب فإنها تصل إلى القلب فأما إذا خرجت من اللسان فإنها تدخل من الأذن ثم تخرج من الأخرى
“Nasihat tidak bermanfaat kecuali jika keluar dari dalam hati, kerana nasihat tersebut akan sampai pula ke hati. Tapi jika nasihat tersebut sekedar keluar dari lisan, maka hanya akan masuk ke dalam telinga kemudian keluar melalui telinga yang lain.”
(Latha-if Al-Ma’arif).


Atas nama cinta


Kala hati mencinta...
Lara tak terasa, derita jadi biasa

Kala hati mencinta

Kesakitan adalah keindahan
Kebencian hilang berganti kerinduan

Kala hati mencinta

Kerapuhan menguatkan
Perbedaan melengkapkan

Kala hati mencinta

Hanya doa yang terlantun mendamba
Lirih dalam kata, ramai dalam asa

Ya Rabb Ya Muqollibul Qulub

Sesungguhnya Kau lah pemilik hati ini
Yang Kuasa atas apa yg terjadi pada hati ini
Tak akan ada lara cinta dan hati nelangsa
Ketika tentangMu, hanyalah cinta

Selaksa rasa


Selaksa rasa tertata dalam kata
Menggubah nada asa yang terluka
Lantunkan syair melirih perih

Selaksa rasa menggema di penjuru malam
Gaungkan kerinduan sayatkan perasaan
Syahdukan ruangan jiwa yang pelan menghampa

Ketika selaksa rasa tak mampu lagi terkata
Tertawan diam dalam kenangan
Hanya suraman yang membayang dalam pejaman mata

Ya Rabbi Yaaa Rabbiiii Yaaa Rabbiii...
Aku cuma punya Engkau saat ini dan selamanya...

Rabu, 17 April 2013

Untukmu yang belum halal untukku....


Duhai kekasihku, 
pikiranku terbangkan khayalan akan sebuah pertemuan yang menyenangkan membahagiakan. 
Sementara engkau belum halal untukku.

Hingga kusyairkan kegilaan selayaknya seorang Rumi

"Kupeluk engkau dan setelah itu jiwa terus merindu
Adakah kedekatan setelah pelukan?
Kupenuhi mulut dengan air agar hilang dahagaku
Namun setiap teguk hanya menambah rasa haus
Wahai engkau yang buat jiwaku selalu bergelora
Sampai saatnya dua jiwa kita bersatu"

Selasa, 16 April 2013

Penyumbat Saluran Rezeki


Allah SWT menciptakan semua makhluk telah sempurna dengan pembagian rezekinya. Tidak ada satu pun yang akan ditelantarkan-Nya, termasuk kita. Karena itu, rezeki kita yang sudah Allah jamin pemenuhannya. Yang dibutuhkan adalah mau atau tidak kita mencarinya. Yang lebih tinggi lagi benar atau tidak cara mendapatkannya. Rezeki di sini tentu bukan sekadar uang. Ilmu, kesehatan, ketenteraman jiwa, pasangan hidup, keturunan, nama baik, persaudaraan, ketaatan termasuk pula rezeki, bahkan lebih tinggi nilainya dibanding uang.

Sebab sebab Hati (Qalbu) Mengeras


Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

“Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.” (Az-Zumar: 22)

Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta’ala. An-Naar (neraka) adalah diciptakan untuk melunakkan qalbu yang keras. Qalbu yang paling jauh dari Allah adalah qalbu yang keras, dan jika qalbu sudah keras mata pun terasa gersang. Qalbu yang keras ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.

Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain


Ada dari kita  yang selalu punya kecenderungan untuk menjadi sosok yang gemar sekali mencari-cari kesalahan orang lain. Lihat saja betapa mudahnya seseorang menuntut dan mengkritik orang lain. Sebenarnya boleh-boleh saja mengkritik teman atau siapa pun, tapi dalam menyampaikan kritik, saran atau sebuah koreksi, sebaiknya kita tetap menghormati orang yang kita kritik.  Karena itu dalam menyampaikan informasi yang sifatnya sebuah koreksi, sebaiknya kita menyampaikannya dengan cara yang baik, ramah dan lembut. Dan jangan pernah menyampaikan dengan cara yang langsung menyudutkan dan menyalahkan, tapi kemukakanlah pendapat kita dengan cara yang baik, santun dan bijak.

Taubat - Aku Ingin Bertaubat


"Aku ingin bertaubat hanya saja dosaku terlalu banyak. Aku pernah terjerumus dalam zina. Sampai-sampai aku pun hamil dan sengaja membunuh jiwa dalam kandungan. Aku ingin berubah dan bertaubat. Mungkinkah Allah mengampuni dosa-dosaku?!"
Sebagai nasehat dan semoga tidak membuat kita berputus dari rahmat Allah, cobalah kita lihat sebuah kisah yang pernah disebutkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berikut ini. Semoga kita bisa mengambil pelajaran-pelajaran berharga di dalamnya.


Jika aku jatuh cinta


Jika aku jatuh cinta, maka jagalah cinta itu Ya Rabb, supaya tak melebihi cintaku padaMu

Jika aku sedang merindu, jagalah rindu itu Ya Rabb, supaya tak melebihi rinduku padaMu

Jika aku selalu mengingat dan menyebut nama hambaMu yang aku cinta, Ya Rabb, maka tolonglah aku untuk lebih mengingatMu dan menyebut namaMu. Ya Arsyil Adzim...

Jika tangisku pecah karena cemburuku atas hambaMu yang aku cinta Ya Rabb, maka ingatkan aku, bahwa cemburuMu atas hambaMu lebih besar. Karena Kau lah Sang Maha Cinta Rahman dan Rahim

Jika aku sakit karena merananya hati akibat hambaMu yang aku sayang tinggalkan aku, maka janganlah Engkau tinggalkan aku pula hingga makin merana hati ini

Jika aku bahagia karena adanya hambaMu yang aku cinta, maka jagalah agar bahagiaku tak membuatku lupa padaMu

Jika hambaMu yang aku cinta tak lagi di sisiku, maka pertemukanlah aku dengannya suatu saat nanti di surgaMu

Jika aku membuat luka pada hambaMu yang aku cinta, maka sembuhkan luka itu dan gantilah dengan bahagia yang tiada tara

Jika Engkau mengujiku dengan hambaMu yang aku cinta Ya Rabb, maka ujilah dengan ujian yang justru semakin mendekatkan aku padaMu

Jika aku jatuh pada maksiat dengan hambaMu yang aku cinta Ya Rabb, maka bawalah kami pada ampunanMu, Ya Rabbul Ghafur

Ya Rabb, Kau pertemukan aku dan pisahkan aku pula dengan hambaMu, ...... Engkau lah yang terbitkan rindu dan cinta atas dirinya, dan Kau lah yang berkuasa atas kami berdua. .

Dan Jika aku tiba2 membenci hambaMu yang aku cinta Ya Rabb, maka tahanlah lidahku supaya cuma bisa berdoa untuk kebaikannya.

Jika hambaMu yang aku cinta menjadi membenciku Ya Rabb, maka jadikan benci itu hanya karenaMu, bukan karena amarah dan nafsu belaka

Jika rasa cinta manusia telah pergi Ya Rabb, maka sadarkan lah aku slalu. bahwa sesungguhnya Engkau lah cinta yang sebenar2nya.

Rabb, aku hanya seorang kecil, fakir, lemah dan tak mampu apa-apa tanpaMu, maka aku mohon ridho dan Rahman RahimMu. Dan kuserahkan diriku pada ketentuanMu

Minggu, 14 April 2013

Ucapkanlah perkataan yang LEBIH BAIK (Tafsir al-Isra: 53)


Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Isra’;
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
“Dan katakanlah kepada para hamba-Ku hendaknya mereka mengatakan perkataan yang lebih baik, sesungguhnya syaithan itu melakukan hasutan di antara mereka. Sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(Al-Isra: 53)