Tampilkan postingan dengan label hukum rajam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hukum rajam. Tampilkan semua postingan
Jumat, 03 Mei 2013
Nasihat Seorang Pezina Kepada Nabi Yahya as
Islam melarang umatnya untuk mengganggu orang mukmin. Karena menghormati seorang mukmin lebih mulia dari penghormatan kepada Kabah. Selain itu, mengganggu seorang mukmin memiliki dampak luas dan hati yang terluka tidak mudah disembuhkan dan bisa jadi luka ini tidak sembuh sampai bertahun-tahun.
Pada tahap awal, manusia harus berusaha untuk tidak menyakiti hati orang lain. Karena bila terjadi, semoga tidak, maka harus segera dilakukan upaya untuk mengobatinya. Kondisi ini juga sama terkait seorang yang melakukan perbuatan dosa.
Jangan sampai kita mengecam seseorang yang melakukan perbuatan dosa. Yang harus dilakukan adalah melarangnya dari perbuatan dosa. Perlu diperhatikan bahwa sangat berbeda antara mengecam dan melarang dari perbuatan dosa. Ketika menghadapi seorang yang berbuat dosa, kita harus memilah dengan benar menggunakan cara melarang atau mengecam.
Berikut ini adalah kisah bagaimana Nabi Isa dan Yahya as dalam menghadapi orang yang berbuat dosa dari lisan Imam Shadiq as. Kisah kedua nabi ini mengandung pelajaran bagi mereka yang ingin melakukan kewajiban Amar Makruf dan Nahi Munkar.
Label:
dosa,
hukum rajam,
kisah nabi,
marah,
nasehat,
zina
Langganan:
Postingan (Atom)