Halaman

Minggu, 14 April 2013

Ucapkanlah perkataan yang LEBIH BAIK (Tafsir al-Isra: 53)


Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Isra’;
وَقُلْ لِعِبَادِي يَقُولُوا الَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنزغُ بَيْنَهُمْ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلإنْسَانِ عَدُوًّا مُبِينًا
“Dan katakanlah kepada para hamba-Ku hendaknya mereka mengatakan perkataan yang lebih baik, sesungguhnya syaithan itu melakukan hasutan di antara mereka. Sesungguhnya syaithan adalah musuh yang nyata bagi manusia.”(Al-Isra: 53)


Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata dalam tafsirnya:
“Allah Ta’ala memerintahkan kepada Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menyeru hamba-hamba Allah Ta’ala yang beriman supaya berkata dalam pembicaraan dan perbincangan mereka dengan ucapan yang baik dan perkataan yang bagus.
Jika mereka tidak melakukan hal ini syaithan akan menghasut di antara mereka, lalu mengantarkan ucapan (yang kurang baik) menjadi perbuatan, dan terjadilah kerusakan, permusuhan dan pertikaian.
Sesungguhnya syaithan itu musuh bagi Adam dan keturunannya sejak dia menolak untuk sujud kepada Adam. Maka permusuhannya sangatlah nampak dan jelas.
Oleh karena itu (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) melarang seseorang mengarahkan besi kepada saudaranya muslim, sesungguhnya syaithan berkesempatan memberi hasutan pada tangannya, artinya bisa jadi akan melukai saudaranya muslim dengannya.”
Rasuulullaah shallallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
وَمَا تَوَادَّ رَجُلاَنِ فِي اللهِ ، فَتَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا إِلاَّ بِحَدَثٍ يُحْدِثُهُ أَحَدُهُمَا ، وَالْمُحْدِثُ شَرٌّ ، وَالْمُحْدِثُ شَرٌّ ، وَالْمُحْدِثُ شَرٌّ
“Tidaklah ada dua orang yang saling mencintai karena Allah lalu berpisah (berselisih) di antara keduanya kecuali dikarenakan suatu ucapan yang diada-adakan salah satunya. Pengada-ada itu jelek, pengada-ada itu jelek, pengada-ada itu jelek.”
(HR Ahmad, dikatakan Ibnu Muflih, sanadnya jayyid)
Berkata Syaikh As-Sa’dy rahimahullah berkata dalam tafsirnya:
“Ini adalah perintah untuk menempuh semua ucapan yang mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, berupa qira’ah, dzikir, ilmu dan memerintahkan kepada yang baik dan melaarang dari yaang munkar, serta berkata dengan baik dan lembut terhadap sesama makhluk dengan derajat dan kedudukan mereka yang berbeda-beda.
Dan bahwasanya jika perkara itu berkisar pada dua perkara yang keduanya baik, maka dia memerintakan untuk mengutamakan yang paling baik, jika tidak memungkinkan untuk dikumpulkan keduanya.
Ucapan yang baik akan mengundang munculnya semua perangai yang indah dan amalan shalih, karena siapa yang bisa menguasai lisannya akan bisa menguasai semua anggota badannya.
Dan makna firman Allah Ta’ala “Sesungguhnya syaithan melakukan hasutan di antara mereka” adalah: Syaithan berusaha di tengah-tengah manusia untuk merusak agama dan dunia mereka.
Dan obat penangkal akan hal ini adalah, hendaknya tidak mentaatinya mengucapkan ucapan yang tidak baik yang syaithan menyeru kepadanya.
Dan hendaknya saling bersikap lembut di antara sesama hamba untuk mencampakkan syaithan yang menghasut di antara mereka.
Sesungguhnya ia adalah musuh yang nyata bagi mereka yang sepantasnya bagi mereka untuk memeranginya, sesungguhnya syaithan menyeru mereka agar menjadi penghuni neraka.”
(Copas dari web thalibmakbar)
Semoga kita termasuk dalam firmanNya:
وَهُدُوا إِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ وَهُدُوا إِلَىٰ صِرَاطِ الْحَمِيدِ
Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan ditunjuki (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji.
(Al-Hajj: 24)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar